Al Syukro Universal

26 Tahun Mengukir Jejak, Perguruan Islam Al Syukro Terus Berkarya, Menginspirasi Generasi

Tangerang Selatan – Perguruan Islam Al Syukro menyelenggarakan kegiatan Milad ke-26 pada hari Rabu, 20 Mei 2026. Milad ke-26 Perguruan Islam Al Syukro Universal mengusung tema "26 Tahun Mengukir Jejak, Melahirkan Karya, Menginspirasi Generasi"

Kegiatan yang diadakan di Aula Masjid Oskar Surjaatmadja Al Syukro Universal dihadiri oleh jajaran direksi dan seluruh guru karyawan Perguruan Islam Al Syukro Universal dan para tamu undangan. 

Tamu undangan yang hadir antara lain jajaran Pengurus Yawadai sebagai Wakif,  para Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa dan perwakilan pengurus orangtua siswa TK, SD,  SMP dan SMA Islam Al Syukro Universal.

Acara Milad dimeriahkan dengan penampilan dari para siswa-siswi SD, SMP dan SMA Islam Al Syukro Universal. Sedangkan acara inti diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Saifudin Herlambang, S.Ag. MA, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

(Penampilan Siswa SMA Islam Al Syukro Universal)

(Penampilan Siswa-siswi SMP Islam Al Syukro Universal)

(Penampilan Siswi-siswi SD Islam Al Syukro Universal)

Kegiatan Milad Perguruan Islam Al Syukro Universal ke-26 terselenggara atas kerja keras dari seluruh Panitia yang diketuai oleh Manager Markom Ustad Henrizal Saidi Harahap, M.Ag. Kegiatan ini juga didukung oleh DD Klinik, DD Optik dan sponsor dari Wardah. 

(Ahmad Abdul Wasiudin - Direktur Perguruan Islam Al Syukro Universal)

Direktur Perguruan Islam Al Syukro Universal, Ahmad Abdul Wasiudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan berawal dari diskusi pimpinan untuk menentukan tanggal untuk Milad Al Syukro Universal. 

"Terselenggaranya kegiatan Milad ini berawal dari diskusi pimpinan untuk menentukan tanggalnya, kemudian kita buka buku Al Syukro. Alhamdulillah kalau di Al Syukro ada buku historisnya. Kita menentukan tanggal 20 Mei 2020 adalah tanggal peresmian gedung SMP dan di tahun itu juga mulai pertama kali tahun ajaran baru baik TK, SD dan SMP.  Karena itu kita tentukan tanggal lahirnya Al Syukro," ungkap Ahmad Abdul Wasiudin. 

Ahmad Abdul Wasiudin juga menyampaikan bawa perkembangan Al Syukro hari ini adalah atas kontribusi banyak orang dari dahulu sampai sekarang.

“Tadi kita sudah saksikan video perjalanan Al Syukro dari tahun ke tahun, sejarah-sejarah juga. Itu  tujuannya untuk supaya kita bersyukur dan kesuksesan Al Syukro itu sebenarnya atas kontribusi banyak orang dari dahulu sampai sekarang. Jadi kesuksesan perkembangan Al Syukro hari ini atas kontribusi banyak orang dan kita harus bersyukur dan terima kasih kepada orang-orang yang telah berkontribusi kepada Al Syukro,” kata Ahmad Abdul Wasiudin.

(Setyastuti Surjaatmadja – Ketua Pengurus Yawadai, Wakif)

Pada kesempatan yang sama, Setyastuti Surjaatmadja selaku Ketua Pengurus Yawadai sekaligus mewakili Wakif dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada direksi dan seluruh guru dan karyawan Al Syukro.

“Saya menyampaikan terima kasih, terharu dan bangga kepada tim direksi dan seluruh guru dan karyawan Al Syukro bahwa saya diundang dan sekarang berdiri di sini di tanah dan bangunan Al Syukro yang dulunya tanah empang,” tutur Setyastuti Surjaatmadja.

Ibu Tuti, sapaan akrab Setyastuti Surjaatmadja melanjutkan bahwa saat Ibu Buli Oskar Surjaatmadja mewakafkan tanah ini, Bapak Oskar Surjaatmadja sudah tidak ada tahun 1993. Namun beliau dulu tinggal di sini dan menjadi bagian dari kehidupan di sini dari tahun 1972.

Ibu Tuti juga menyampaikan rasa sangat berbahagia dan terharu bahwa apa yang diwakafkan orang tuanya menjadi jejak langkah bapak ibu yang baik untuk mengemban amanah dengan sebaik-baiknya.

“Jadi kalau ada Ibu Oskar di sini, beliau akan sangat bangga dan terharu bahwa apa yang dulu beliau cita-citakan, berkat tangan-tangan dingin bapak ibu dari Dompet Dhuafa dan kerja keras serta dedikasi dari bapak ibu guru dan karyawan, menjadi sebuah lembaga, menjadi sebuah sekolah yang diakui dan namanya menjadi besar, dan itu bukanlah pekerjaan yang mudah,” ungkap Ibu Tuti. 

(Herdiansyah – Wakil Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa)

Sementara itu Herdiansyah sebagai Wakil Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur karena Al Syukro telah bertumbuh dan berkembang pesat.

“Hari ini kami bersyukur bahwa Al Syukro terus bertumbuh, berkembang pesat dan memberikan nilai-nilai baik buat banyak orang,” ungkap Herdiansyah. 

Memasuki acara inti yaitu taiusiyah Milad yang disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Saifudin Herlambang, S.Ag. MA. Dalam ceramahnya beliau menceritakan sejarah Al Syukro di awal-awal berdirinya. Beliau tahu sejarah awal Al Syukro karena beliau termasuk salah satu pelaku sejarah perjalanan Al Syukro.

Al Syukro lahir berawal dari sebuah Majlis Taklim di Cepete kemudian berdiri Yayasan Daar Asykaril ‘Ibaad atau YADA’I. Kemudian dalam perjalannya beliau sering bertemu dengan Ibu Buli Oskar Surjaatmadja dan berdiskusi tentang betapa sulitnya mengelola yayasan pendidikan di masa-masa awal.  

(Prof. Dr. KH. Saifudin Herlambang, S.Ag. MA – Penceramah)

Prof. Dr. KH. Saifudin Herlambang, S.Ag. MA mengutip pernyataan Baharudin Lopa bahwa orang yang sukses adalah orang yang berkecimpung di bidang pendidikan, meskipun dia jenderal, pengusaha.

“Pendidikan adalah kerja Allah, kerja Tuhan. Mendidik itu tugasnya Allah. Maka orang yang melakukan pendidikan itu sebenarnya orang yang diberi amanah oleh Allah untuk melaksanakan tugas Allah. Jadi guru adalah perpanjangan dari Tuhan. Karena itu selain orang tua, orang yang boleh dicium tangannya adalah guru, karena guru adalah perpanjangan tangan Tuhan” papar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Beliau juga memotivasi guru dan pegawai agar bekerjalah di Al Syukro karena bekerja di bidang pendidikan adalah pekerjaan yang mulia.

“Para guru, pegawai, bekerjalah di Al Syukro karena anda adalah orang yang paling mulia karena sebagai perpanjangan dari Tuhan,” pesan Prof. Dr. KH. Saifudin Herlambang, S.Ag. MA.

(Pemotongan Tumpeng oleh Direktur Perguruan Islam Al Syukro Universal)

Seusai tausiyah Milad acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Direktur Perguruan Islam Al Syukro Universal, Ahmad Abdul Wasiudin.

(Pemotongan Tumpeng oleh Direktur Perguruan Islam Al Syukro Universal)

Kegiatan Milad Perguruan Islam Al Syukro Universal dilanjutkan dengan pembagian doorprize oleh panitia. Sesi acara pembagian doorprize diiringi dengan penampilan grup band dari guru dan karyawan.

Acara Milad Perguruan Islam Al Syukro Universal ke-26 ditutup dengan pembacaan doa yang disampaikan oleh Ustadz Imam dari  SMP Islam Al Syukro Universal. 

Kegiatan Milad Perguruan Islam Al Syukro Universal dilanjutkan dengan pembagian doorprize oleh panitia. Sesi acara pembagian doorprize diiringi dengan penampilan grup band dari guru dan karyawan.

Acara Milad Perguruan Islam Al Syukro Universal ke-26 ditutup dengan pembacaan doa yang disampaikan oleh Ustadz Imam dari  SMP Islam Al Syukro Universal. 

(Foto Bersama Direksi Perguruan Islam Al Syukro Universal bersama tamu undangan)

Foto bersama guru dan karyawan Perguruan Islam Al Syukro Universal

Seusai penutupan diadakan sesi foto bersama para direksi Perguruan Islam Al Syukro Universal bersama para tamu undangan dan juga seluruh guru dan karyawan Perguruan Islam Al Syukro Universal. (MB)

SEKOLAH ISLAM BERBASIS KARAKTER DAN LINGKUNGAN