MAHAKARYA DAN PANGGUNG PERTUNJUKAN 'ART SYUKRO' SMA ISLAM AL SYUKRO UNIVERSAL
- Perguruan Islam Al Syukro Universal
- Berita SMA
- Hits: 32
Kreativitas tanpa batas kembali ditunjukkan oleh para siswa-siswi SMA Islam Al Syukro Universal. Selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada 2-3 Juni 2026, area Masjid Oscar Surjaatmaja disulap menjadi ruang apresiasi seni yang luar biasa. Tepat pukul 13:00 WIB, gelaran bergengsi bertajuk "Art Syukro" resmi dibuka, menyuguhkan perpaduan apik antara pameran seni rupa serta pementasan teater yang memukau.
Acara tahunan ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga wadah bagi para siswa-siswi untuk mengekspresikan ide, belajar berkolaborasi, dan mengapresiasi keragaman budaya lokal maupun dunia.
KELILING DUNIA MELALUI PAMERAN SENI RUPA KELAS X
Memasuki area pameran, pengunjung langsung disambut oleh atmosfer multikultural yang kental. Tahun ini, siswa kelas X mengusung tema "Mancanegara" yang dibagi ke dalam tujuh kelompok negara: Prancis, Italia, Meksiko, Belanda, Jepang, Mesir dan Korea Selatan.
Setiap sudut pameran dirancang sedemikian rupa untuk mewakili identitas masing-masing negara. Berbagai karya seni rupa dua dimensi seperti lukisan dan poster, hingga karya tiga dimensi berupa miniatur arsitektur ikonik dan ornamen khas, terpampang dengan rapi. Pengunjung diajak seolah-olah sedang melakukan perjalanan mengelilingi dunia, dari mengagumi keindahan Menara Eiffel kelompok Prancis, hingga merasakan nuansa klasik dari karya seni kelompok Italia.
KOLABORASI CERDAS MAPEL BAHASA INDONESIA DAN SENI BUDAYA
Kemeriahan Art Syukro tidak berhenti di pameran seni rupa saja. Di atas panggung, siswa kelas XI mempersembahkan pertunjukan drama atau seni teater yang merupakan proyek kolaborasi epik antara mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Seni Budaya. Di balik layar pementasan ini, terdapat dedikasi luar biasa dari masing-masing guru mapel tersebut. Keduanya menjadi jembatan bagi para siswa dalam mengeksplorasi potensi seni peran, mulai dari bedah naskah, penentuan karakter, hingga adaptasi cerita yang relevan. Naskah yang dipilih tidak langsung ditelan mentah-mentah, melainkan telah melalui proses revisi dan penyesuaian agar pesannya dapat tersampaikan dengan baik dan pas dengan karakter siswa.
DUA HARI PEMENTASAN YANG MENGGUGAH EMOSI
Puncak acara pertunjukan drama atau seni teater ini dieksekusi dengan sangat apik selama dua hari berturut-turut, menampilkan warna cerita yang sangat berbeda namun sama-sama memikat.
Hari Pertama Pertunjukan (Kelas XI Saintek): Panggung dihentak oleh lakon bernuansa satir dan mendalam berjudul Anjing-anjing Menyerbu Kuburan. Naskah garapan Puthut Buchori yang diadaptasi dari cerita pendek karya maestro sastra Kuntowijoyo ini berhasil dibawakan dengan penuh penghayatan, mengundang decak kagum dan perenungan dari para penonton.
Hari Kedua Pertunjukan (Kelas XI Soshum): Suasana panggung berubah menjadi lebih segar dengan lakon komedi klasik Dukun-dukunan. Karya ini merupakan adaptasi dari mahakarya Molière yang berjudul The Doctor in Spite of Himself. Tingkah jenaka dan dialog cerdas para aktor sukses memancing tawa riuh di seluruh penjuru area.
Satu hal yang patut mendapat apresiasi lebih adalah kemandirian para siswa. Mereka tidak hanya bertindak sebagai aktor, tetapi juga secara aktif turun tangan dalam membuat, merancang, dan menata seluruh properti yang digunakan di atas panggung.
Secara keseluruhan, kegiatan Art Syukro di Masjid Oscar Surjaatmaja berjalan dengan sangat lancar dan sukses. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di SMA Islam Al Syukro Universal tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga mengasah kreativitas, kerja sama tim, serta kebebasan berekspresi melalui jalur seni. Terima kasih untuk seluruh jajaran yang terlibat dalam acara ini. Sampai jumpa di Art Syukro tahun depan!
Oleh: Irwin Pratama Putra, S.Hum.






